Total Pageviews

musim liburan hampir tiba....siap lebih awal
Showing posts with label traditional culture. Show all posts
Showing posts with label traditional culture. Show all posts

Thursday, November 17, 2016

SOTO WONG SOLO CITRA RAYA PENGOBAT KANGEN

jalan-jalan dikabupaten tangerang memang penuh kesan tersendiri, kota industri yang baru berkembang. dimana-mana ketemunya pabrik. jadi ketika ke kabupaten tangerang pertama belum kebayang gimana kondisine. paling kebayang macetnya pas jam berangkat dan pulang orang kerja. panas jalannya karen nggak ada peneduh, semua berdiri bangunan pabrik.

crita seru pertama ketika cari hotel, ternyata di kabupaten tangerang hanya ada satu hotel yaitu hotel amaris citra raya. bisa cek di traveloka atau di google. jelas budget nggak masuk. muter-muter sepanjang malam cuma ketemu satu penginapan, setelah liat tempatnya, keputusanya nggak mungkin nginep disitu, demi keamanan..hahahaha...

akhirnya..disisa malam kami memutuskan menuju kota tangerang dengan panduan mbh google street tentunya....

ketemu hotel pertama, langsung dicek in aja...keburu pagi....soal hotel ni..mungkin bisa diceritain serunya pada posting berikutnya ya..

untungnya, diantara keputus asaan setelah sarapan roti harga 1000 plus kopi, ketemu dengan soto wong solo.mungkin ini doa kami sepanjang malam, dalam kondisi teraniaya lapar dan capek, hanya kebayang soto panas ditemani gorengan.

soto wong solo ini sangat spesial. diracik khas solo, soto daging dengan kuah bening.  dan lidah saya sangat cocok dengan semangkok gede soto panas ini. ditemani semangkok tempe goreng panas, jadinya dua mangkok soto langsung bablas, dengan dua mangkok tempe goreng panas yang baru diangkat dari penggorengan.

lokasi soto wong solo ini ada di citra raya tangerang. di sebelah deretan ruko yang kayaknya memang khusus tempat makan. berjejer rumah makan. 

soal harga, sangat terjangkau, semangkok nggak sampai 20rb.









Tuesday, November 8, 2016

EAT WHILE HANGOUT RELAXED AT HOUSE OF RAMINTEN JOGJA

 come to Jogja as to have no end in enjoying the tour. ranging from culinary to the Javanese culture. one of the culinary offering a different atmosphere in Yogya is home Raminten. Raminten eat at home, you will be served a different atmosphere to other places. a relaxed atmosphere, friendly and a bit mystical.
kereta kuda pajangan di house of raminten


once you get into this restaurant, you will see a unique interior. there are two ancient horse-drawn carriage on display in the main room. under a horse-drawn carriage, there are always lit incense frankincense, accompanied with fragrant flowers.

in addition to horse-drawn carriages, there are places to sit cross-legged, where you can sit huddled with your friends.



other than in the front room, you can be deeper, there are rooms that provide more privacy atmosphere.


cangkir kopi berbentuk payudara







service at this diner, very different, where The waitress dressed in traditional Javanese, wearing a tank top that opens on top of it, typical clothing palace daughters.
Raminten himself is portrayed with an icon of a man dashing dress with full clothes women's clothes Central Java. with thick facial makeup and glasses.
Raminten menu in this a restaurant , no less commotion, no rice sheath of rice roasted in bamboo. there are hot and cold drinks with strange names. but a concoction of beverages here feels good and fresh, a blend of spices and herbs.


minuman sereh jahe

pisang bakar keju coklat




nasi koteka

bakpia raminten rasa keju


Friday, December 14, 2012

menikmati Burdas lezat pontianak

burdas, pertama kali membaca tulisan itu waktu masih dalam pesawat garuda yang saya tumpangi dalam perjalanan ke pontianak kalimantan barat. kebetulan  dalam perjalanan dari jakarta ke pontianak, majalah garuda mengulas tentang kalimantan barat, terutama kota pontianak dan kota  singkawang. mulai dari sejarahnya sampai tempat-tempat wisata yang patut untuk dikunjungi. salah satunya adalah kulinernya, burdas dan es lidah buaya.





setelah urusan kerjaan selesai pada malam hari, saya sengaja mengajak teman untuk berkeliling kota pontianak dimalam hari. tujuan pertama saya adalah menemukan burdas, makanan khas kalimantan barat yang hanya ada di pontianak. dibantu teman yang ada di surabaya, googling lokasi burdas yang paling dekat dengan pusat kota pontianak. info yang ada, burdas ada di jalan merdeka, dekat stimik. kami langsung menuju ke tekape. benar, warung burdas ada disini, di jalan merdeka.
burdas yang masih panas di sajikan dengan teh manis panas. ternyata burdas ini terbuat dari 17 jenis sayuran yang dimasak dengan bumbu rempah, disajikan dengan kacang tanah dan ikan teri goreng sebagai pelengkap. burdas ini semacam oblok-oblok kalau di jawa,namun tanpa parutan kelapa muda dan buah cepokak.


Wednesday, December 12, 2012

cara membatik tulis tradisional di kalipucang batang

keahlian membatik semakin langka pada saat ini. keahlian membatik hanya dimiliki oleh beberapa orang saja di daerah tertentu. kehalian membatik biasanya dimiliki secara turun temurun dan otodidak. sebagai sebuah kebiasaan dalam melakukan pekerjaan yang dilakukan oleh pekerja di juragan batik.
canting, peralatan untuk membatik,menggambar pola dalam kain batik

proses menggambar dengan canting pada selembar kain 

proses pewarnaan kain batik tulis

proses peluruhan,menghilangkan kanji pada kain batik hasil membatik


Monday, December 3, 2012

menu sehat murah meriah di RM. Mang YEYE subang

perjalanan dari jakarta ke kota cirebon yang biasanya melalui cikampek, kami kali ini mencoba lewat jalur tengah, melalui purwakarta, subang hingga sampai di cirebon. jalur cikampek di perkirakan macet, sekalian ada teman yang rumahnya purwakarta, sehingga kami mencoba jalur ini.






perjalanan lancar tidak ada kemacetan, kecuali pada waktu keluar dari kota purwakarta sekitar jam 19.00 wib. kebetulan pada waktu bubaran pabrik,jadi jalan banyak angkot dan jemputan yang parkir di sepanjang jalan.
setelah masuk kota subang, jalan lancar, dan mulus. namun jalan beton yang dibuat kurang rata. sehingga harus lebih pegangan erat2,pa lagi ngebutnya...
jam 21.00 wib, kami istirahat makan malam di RM. MANG YEYE. rumah makan ini cukup ramai, pengunjungnya kebanyakan sama dengan kami, yang sedang dalam perjalanan.
di rumah makan ini, saya sedikit bingung padaawalnya, kok tidak ada pelayan RM yang datang untuk menyanyakan kami mau makan apa. ternyata, pelayannya datang juga nanyain kami mau minum apa. kami pesan kopi dan teh panas. setelah minumannya datang, tidak lama kemudian datang menu makanan lengkap. ternyata di sini, ada menu serahan dan menu pesanan. artinya nggak usah pesen pengunjung yang sudah duduk, akan di anterin menu lengkap seperti dalam foto itu.  makanannya cocok dengan lidah jawa, maklum, masakan sunda plus lalapan seger. soal harga, dijamin murah. makan bertiga hanya bayar 55ribu.murah kan....
nah..buat sobat blogger yang suka nyoba-nyoba kuliner baru, RM. BANG YEYE ini bisa direkomendasikan deh....


Monday, November 12, 2012

factory outlet heaven bali di bandung







Thursday, August 2, 2012

ziarah mbah bungkul surabaya, wisata makam dibulan ramadhan









 
makan sunan bungkul di surabaya ini ramai dikunjungi peziarah tidak hanya pada bulan ramadhan, namun pada hari-hari biasa juga ramai oleh wisatawan.



Blog Archives

kolom komentar

Dapatkan comment widget ini di sini
Twitter Delicious Facebook Digg Favorites More