Monday, November 12, 2012
Monday, November 5, 2012
proses membuat batik tulis tradisional
4:11 PM
tata
cara membuat batik tulis atau membatik dengan cara tradisional. pembatik menggunakan canting dan proses pewarnaan .........
| canting yang digunakan untuk menggambar/menuliskan batik |
| proses mambatik dengan menggambar di lembar kain dengan canting |
| proses pelorotan dengan kanji |
| proses pewarnaan kain batik |
Tuesday, October 30, 2012
batik TIGA NEGERI, batik tulis kaum rifa'iyah
7:52 AM
tata
batik tulis tiga negeri yang dibuat oleh masyarakat desa kalipucang kabupaten batang ini termasuk batik tulis langka. beberapa ciri khas dari batik tulis tiga negeri ini antara lain komposisi warnanya terdiri dari minimal 3 warna, corak binatang tidak menggambarkan binatang secara utuh. corak ini karena menurut kaum rifai'yah, yang menganut ajaran islam bahwa menggambar hewan atau mahluk hidup tidak diperkenankan.
motif batik tiga negeri antara lain motif banji, motif gemblong sak iris yang terdiri dari beberapa corak dan gemblong sak iris klasik dan motif gendaan.
| motif banji |
| motif banji |
| motif banji |
| motif gemblong sak iris |
| motif gemblong sak iris |
| motif gemblong sak iris |
| motif gemblong sak iris klasik |
| motif gemblong sak iris |
| motif buketan |
| motif gendaan |
| motif relawati kawung |
| motif gendaan |
| motif kawung jenggot |
Thursday, October 25, 2012
ritual seks di Gunung Kemukus untuk cari kekayaan
10:34 AM
tata
MERDEKA.COM, Sudah menjadi cerita umum, ada
ritual mencari pesugihan semacam babi ngepet dan lainya dilakukan orang
di Gunung Kemukus, Sragen, Jawa Tengah. Untuk mendapatkan pesugihan itu,
konon harus berhubungan seks dengan pasangan tidak sah.
Ritual mesum ini banyak dilakukan oleh orang-orang yang mencari jalan pintas untuk menjadi kaya. Di gunung ini, ratusan warga dari berbagai wilayah di Jawa terutama datang berduyun-duyun ke Gunung Kemukus ini. Mereka bertujuan untuk mencari pasangan melakukan ritual pesugihan itu. Bagaimana sebenarnya ritual ini bisa menjadi semacam tata cara dan menjadi semacam tradisi yang sesat?
Tempat ritual ini berada di Gunung Kemukus tepatnya terletak di Desa Pendem, Kecamatan Sumber Lawang, Kabupaten Sragen, 30 km sebelah utara Kota Solo. Untuk mencapai daerah ini tidak terlalu sulit, dari Solo bisa naik bus jurusan Purwodadi dan turun di Belawan, dari situ di sebelah kiri jalan akan ditemukan pintu gerbang yang bertuliskan "Daerah Wisata Gunung Kemukus", dari gerbang tersebut kita bisa naik ojek atau berjalan kaki menuju tempat penyeberangan dengan perahu.
Gunung Kemukus identik sebagai kawasan wisata seks karena di tempat ini orang bisa sesuka hati mengkonsumsi seks bebas dengan alasan untuk menjalani laku ritual ziarahnya, itulah syarat kalau mereka ingin kaya dan berhasil.
Dalam suatu aturan yang tidak resmi diwajibkan bahwa setiap peziarah harus berziarah ke makam Pangeran Samudro sebanyak 7 kali yang biasanya dilakukan pada malam Jumat Pon dan Jumat Kliwon atau pada hari-hari dan bulan yang diyakhini baik, melakukan hubungan seksual dengan seseorang yang bukan suami atau istrinya . Tapi jika ingin membawa pasangan sendiri pun tidak jadi masalah.
Acara ritual seks di Gunung Kemukus ini ada yang menganggap hanya sebuah legenda rakyat daerah. Zaman dulu dikisahkan tentang seorang Pangeran dari Kerajaan Majapahit yang bernama Pangeran Samudro bangsawan ini berasal dari kerajaan Majapahit tapi ada juga yang menyebutnya berasal dari zaman Kerajaan Pajang.
Menurut cerita, Pangeran Samudro ini jatuh cinta kepada ibunya sendiri yaitu Dewi Ontrowulan. Ayahanda Pangeran Samudro yang mengetahui hubungan anak-ibu tersebut menjadi murka dan kemudian mengusir Pangeran Samudro.
Setelah diusir oleh ayahnya inilah Pangeran Samudro melakukan perjalanan hingga akhirnya sampai ke Gunung Kemukus, tak lama kemudian sang ibunda menyusul anaknya ke Gunung Kemukus untuk melepaskan kerinduan.
Singkat cerita, ibu dan anak yang tengah dilanda asmara ini melepas kerinduan setelah sekian lama tidak bertemu. Namun, sebelum sempat ibu dan anak ini melalukan hubungan intim, penduduk sekitar memergoki mereka berdua yang kemudian merajamnya secara beramai-ramai hingga keduanya meninggal dunia.
Keduanya kemudian dikubur dalam satu liang lahat di gunung itu juga. Menurut cerita lainnya, sebelum menghembuskan napasnya yang terakhir Pangeran Samudro sempat meninggalkan sebuah pesan yaitu kepada siapa saja yang dapat melanjutkan hubungan suami-istrinya yang tidak sempat terlaksana itu akan terkabul semua permintaannya.
"Baiklah aku menyerah, tapi dengarlah sumpahku. Siapa yang mau meniru perbuatanku , itulah yang menebus dosaku dan aku akan membantunya dalam bentuk apapun". Begitulah isi sumpah yang dilontarkan Pangeran Samudro sebelum akhirnya wafat.
Dari cerita legenda tentang Pangeran Samudro ini lah ritual di Gunung Kemukus seolah menjadi ajang pesta seks untuk meminta kekayaan. Jika berhasil, kedua pasangan yang bukan sah sebagai suami istri ini harus bertemu kembali untuk melakukan selamatan dan syukuran di Gunung Kemukus itu kembali.
Jika ingkar, maka kedua pasangan yang telah berjanji di makam Pangeran Samudro ini, akan jatuh miskin kembali. Bahkan, menurut mitos dan kepercayaan warga mereka atau titisan kedua pasangan yang melakukan ritual mesum berdua itu akan mengalami celaka.
Sumber: Merdeka.com. id.berita.yahoo.comRitual mesum ini banyak dilakukan oleh orang-orang yang mencari jalan pintas untuk menjadi kaya. Di gunung ini, ratusan warga dari berbagai wilayah di Jawa terutama datang berduyun-duyun ke Gunung Kemukus ini. Mereka bertujuan untuk mencari pasangan melakukan ritual pesugihan itu. Bagaimana sebenarnya ritual ini bisa menjadi semacam tata cara dan menjadi semacam tradisi yang sesat?
Tempat ritual ini berada di Gunung Kemukus tepatnya terletak di Desa Pendem, Kecamatan Sumber Lawang, Kabupaten Sragen, 30 km sebelah utara Kota Solo. Untuk mencapai daerah ini tidak terlalu sulit, dari Solo bisa naik bus jurusan Purwodadi dan turun di Belawan, dari situ di sebelah kiri jalan akan ditemukan pintu gerbang yang bertuliskan "Daerah Wisata Gunung Kemukus", dari gerbang tersebut kita bisa naik ojek atau berjalan kaki menuju tempat penyeberangan dengan perahu.
Gunung Kemukus identik sebagai kawasan wisata seks karena di tempat ini orang bisa sesuka hati mengkonsumsi seks bebas dengan alasan untuk menjalani laku ritual ziarahnya, itulah syarat kalau mereka ingin kaya dan berhasil.
Dalam suatu aturan yang tidak resmi diwajibkan bahwa setiap peziarah harus berziarah ke makam Pangeran Samudro sebanyak 7 kali yang biasanya dilakukan pada malam Jumat Pon dan Jumat Kliwon atau pada hari-hari dan bulan yang diyakhini baik, melakukan hubungan seksual dengan seseorang yang bukan suami atau istrinya . Tapi jika ingin membawa pasangan sendiri pun tidak jadi masalah.
Acara ritual seks di Gunung Kemukus ini ada yang menganggap hanya sebuah legenda rakyat daerah. Zaman dulu dikisahkan tentang seorang Pangeran dari Kerajaan Majapahit yang bernama Pangeran Samudro bangsawan ini berasal dari kerajaan Majapahit tapi ada juga yang menyebutnya berasal dari zaman Kerajaan Pajang.
Menurut cerita, Pangeran Samudro ini jatuh cinta kepada ibunya sendiri yaitu Dewi Ontrowulan. Ayahanda Pangeran Samudro yang mengetahui hubungan anak-ibu tersebut menjadi murka dan kemudian mengusir Pangeran Samudro.
Setelah diusir oleh ayahnya inilah Pangeran Samudro melakukan perjalanan hingga akhirnya sampai ke Gunung Kemukus, tak lama kemudian sang ibunda menyusul anaknya ke Gunung Kemukus untuk melepaskan kerinduan.
Singkat cerita, ibu dan anak yang tengah dilanda asmara ini melepas kerinduan setelah sekian lama tidak bertemu. Namun, sebelum sempat ibu dan anak ini melalukan hubungan intim, penduduk sekitar memergoki mereka berdua yang kemudian merajamnya secara beramai-ramai hingga keduanya meninggal dunia.
Keduanya kemudian dikubur dalam satu liang lahat di gunung itu juga. Menurut cerita lainnya, sebelum menghembuskan napasnya yang terakhir Pangeran Samudro sempat meninggalkan sebuah pesan yaitu kepada siapa saja yang dapat melanjutkan hubungan suami-istrinya yang tidak sempat terlaksana itu akan terkabul semua permintaannya.
"Baiklah aku menyerah, tapi dengarlah sumpahku. Siapa yang mau meniru perbuatanku , itulah yang menebus dosaku dan aku akan membantunya dalam bentuk apapun". Begitulah isi sumpah yang dilontarkan Pangeran Samudro sebelum akhirnya wafat.
Dari cerita legenda tentang Pangeran Samudro ini lah ritual di Gunung Kemukus seolah menjadi ajang pesta seks untuk meminta kekayaan. Jika berhasil, kedua pasangan yang bukan sah sebagai suami istri ini harus bertemu kembali untuk melakukan selamatan dan syukuran di Gunung Kemukus itu kembali.
Jika ingkar, maka kedua pasangan yang telah berjanji di makam Pangeran Samudro ini, akan jatuh miskin kembali. Bahkan, menurut mitos dan kepercayaan warga mereka atau titisan kedua pasangan yang melakukan ritual mesum berdua itu akan mengalami celaka.
Blog Archives
-
►
2017
(1)
- ► February 2017 (1)
-
►
2016
(21)
- ► December 2016 (1)
- ► November 2016 (7)
- ► October 2016 (1)
- ► September 2016 (1)
- ► August 2016 (1)
- ► April 2016 (2)
- ► March 2016 (1)
- ► February 2016 (3)
- ► January 2016 (4)
-
►
2015
(13)
- ► December 2015 (2)
- ► November 2015 (1)
- ► August 2015 (1)
- ► April 2015 (1)
- ► March 2015 (1)
- ► February 2015 (2)
- ► January 2015 (3)
-
►
2014
(25)
- ► December 2014 (1)
- ► November 2014 (3)
- ► October 2014 (3)
- ► August 2014 (2)
- ► April 2014 (4)
- ► March 2014 (3)
- ► February 2014 (4)
-
►
2013
(20)
- ► December 2013 (2)
- ► November 2013 (2)
- ► October 2013 (1)
- ► September 2013 (1)
- ► August 2013 (1)
- ► April 2013 (1)
- ► March 2013 (3)
- ► February 2013 (2)
-
►
2012
(23)
- ► December 2012 (3)
- ► November 2012 (4)
- ► October 2012 (2)
- ► September 2012 (1)
- ► August 2012 (2)
- ► April 2012 (1)
- ► March 2012 (2)
- ► January 2012 (2)
-
►
2011
(37)
- ► December 2011 (2)
- ► November 2011 (3)
- ► October 2011 (3)
- ► August 2011 (4)
- ► April 2011 (4)
- ► March 2011 (5)
- ► February 2011 (2)
- ► January 2011 (2)
-
►
2010
(149)
- ► December 2010 (5)
- ► November 2010 (8)
- ► October 2010 (6)
- ► September 2010 (14)
- ► August 2010 (21)
- ► April 2010 (17)
- ► March 2010 (15)
- ► February 2010 (9)
- ► January 2010 (26)
-
►
2009
(65)
- ► December 2009 (9)
- ► November 2009 (7)
- ► October 2009 (5)
- ► September 2009 (6)
- ► August 2009 (7)
- ► April 2009 (4)
- ► February 2009 (1)
-
►
2008
(3)
- ► December 2008 (1)
- ► November 2008 (2)
kolom komentar
Dapatkan comment widget ini di sini
Posted in

